Memasuki fase bonus demografi, perhatian terhadap perencanaan keluarga kembali menjadi penting. Baru-baru ini, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) dan juga Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan ke Tegal untuk berdialog dengan pasangan usia subur. Dalam acara tersebut, beliau menekankan bahwa kesiapan pasangan dalam merencanakan kehamilan adalah kunci untuk membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Keluarga Berencana: Lebih dari Sekadar Pembatasan
Ratu Ayu menjelaskan bahwa tujuan utama dari program keluarga berencana (KB) bukanlah untuk membatasi jumlah anak, tetapi untuk memastikan bahwa kehamilan terjadi pada waktu yang tepat dan dalam kondisi yang siap. Ini adalah pendekatan yang lebih holistik, yang menempatkan kesehatan dan kesiapan pasangan sebagai prioritas utama.
“Apakah pasangan tersebut sudah siap untuk memiliki anak atau belum, itu sangat penting,” ungkapnya saat kegiatan Pantau KB di Kota Tegal. Beliau juga menyoroti fakta bahwa masih ada pasangan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan karena kurangnya penggunaan alat kontrasepsi.
Edukasi Berkelanjutan Sangat Diperlukan
Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan, baik dari penyuluh KB maupun bidan, agar pasangan usia subur memahami pentingnya perencanaan kehamilan. Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik mengenai keluarga mereka.
Program Pantau KB yang dijalankan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama BKKBN saat ini telah menjangkau sekitar 300 kabupaten/kota. Program ini juga fokus pada wilayah dengan karakteristik tertentu yang memerlukan perhatian lebih.
Capaian Positif di Tegal
Di Kota Tegal, capaian Program Peduli KB bahkan telah melampaui target yang ditetapkan. Ratu Ayu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tegal, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas KB, yang telah berkolaborasi untuk menyukseskan program ini. “Program Pantau KB ini membuktikan bahwa negara hadir dalam pelayanan kontrasepsi bagi warganya,” jelasnya.
Dari data yang diperoleh, mayoritas peserta Program Peduli KB di Tegal memilih metode kontrasepsi implan yang memberikan perlindungan selama sekitar tiga tahun, diikuti oleh metode IUD. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga yang baik.
Fokus pada Pasangan Usia Subur yang Baru Melahirkan
Lebih lanjut, Ratu Ayu menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan pasangan usia subur yang baru melahirkan agar mendapatkan layanan kontrasepsi pasca-persalinan. Ini adalah langkah penting untuk menjaga jarak kelahiran dan kesehatan ibu serta anak.
Insight Praktis
1. **Edukasi Diri Sendiri**: Pahami berbagai metode kontrasepsi yang tersedia dan pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan.
2. **Diskusi Terbuka**: Ajak pasangan untuk berdiskusi mengenai perencanaan keluarga. Ini adalah proses yang harus melibatkan kedua belah pihak.
3. **Manfaatkan Sumber Daya**: Jangan ragu untuk mencari informasi dan bantuan dari penyuluh KB dan tenaga medis di sekitar kita.
Kesimpulan
Dengan adanya program-program seperti Pantau KB, kita semakin dekat untuk mencapai keluarga yang sehat dan berkualitas. Kesiapan pasangan dalam merencanakan kehamilan adalah hal yang sangat penting, bukan hanya untuk mengontrol jumlah anak, tetapi untuk memastikan bahwa setiap kehamilan adalah hasil dari persiapan yang matang. Mari kita dukung inisiatif ini agar semua pasangan usia subur dapat memiliki kesempatan yang sama untuk merencanakan masa depan keluarga mereka dengan lebih baik.
