Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen spesial bagi masyarakat Indonesia, dan tahun ini, festival Imlek Vaganza Harmoni Nusantara yang berlangsung di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, menjadi sorotan penting. Dalam acara yang diadakan pada 14 Februari 2026 ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut serta meninjau persiapan, menandakan betapa pentingnya perayaan ini dalam konteks budaya dan sosial kita.
Kehadiran Konjen China
Kehadiran Konsulat Jenderal (Konjen) China di Surabaya, Mr. Ye Sudi, menambah semarak perayaan ini. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat Indonesia dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Menurutnya, perayaan ini mencerminkan kecintaan yang mendalam dari masyarakat terhadap tradisi dan budaya, terlihat jelas dari kemeriahan yang ada di berbagai daerah, termasuk di Semarang.
Mr. Ye menyampaikan bahwa perayaan Imlek kini telah mencapai tingkat kenegaraan, yang menunjukkan toleransi beragama yang tinggi di Indonesia. Ia berharap acara seperti ini dapat menjadi simbol untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah
Selain mengunjungi Kelenteng Sam Poo Kong, Mr. Ye juga memiliki agenda untuk mengunjungi sekolah-sekolah bahasa dan berinteraksi dengan komunitas Tionghoa di Semarang. Di acara tersebut, Konjen China memberikan layanan konsuler tatap muka, serta perlindungan dan pengurusan dokumen bagi masyarakat. Tak hanya itu, mereka juga membagikan berbagai suvenir seperti boneka, kaos, dan pin kepada pengunjung yang beruntung menjawab pertanyaan yang diajukan.
Salah satu momen menarik adalah ketika Konjen Ye berkesempatan untuk menulis karakter Tionghoa “Fu”, yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Ini menjadi simbol yang sangat berarti bagi pengunjung yang menerima langsung karya tulisnya.
Spirit Kerja Sama Antara Negara
Ketua Yayasan Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Konjen China dalam memeriahkan perayaan Imlek. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan saling berbagi antarnegara. “Yang penting bukan jumlah atau mahalnya, tetapi niat baik dari kerja sama ini untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.
Mulyadi juga mengajak perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Kendal dan Batang untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) demi masyarakat Kota Semarang. Ini adalah langkah yang baik untuk memperkuat hubungan dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal.
Kemeriahan Acara Imlek Vaganza
Untuk menambah keseruan, pihak penyelenggara memberikan tiket gratis bagi pengunjung mulai pukul 18.00 WIB. Mulyadi Setiakusuma menyampaikan, “Nanti mulai pukul 6 sore gratis, dan kita datangkan artis, ada Krisdayanti, Clarissa Dewi, serta pertunjukan barongsai yang menampilkan 1000 LED, yang hanya tampil setahun sekali.”
Acara ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk merayakan keragaman budaya dan mempererat hubungan antarkomunitas.
Insight dan Takeaways
Perayaan Imlek Vaganza Harmoni Nusantara di Kelenteng Sam Poo Kong mengajarkan kita tentang pentingnya merayakan keberagaman dan membangun hubungan antarbudaya. Kehadiran Konjen China menunjukkan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk diplomasi budaya yang memperkuat hubungan antarnegara.
Dengan semangat saling berbagi dan kerja sama, kita bisa menciptakan komunitas yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Kesimpulan
Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, tidak hanya menjadi momen yang meriah, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan toleransi antarbudaya. Kehadiran Konjen China dan berbagai kegiatan yang digelar menunjukkan betapa pentingnya perayaan ini dalam konteks sosial dan diplomasi. Mari kita terus menjaga semangat kerja sama dan saling menghargai di tengah keragaman yang ada.
